• May 23, 2024

Berkas Tidak Komplit, Mantan Wabup Banyuwangi Yusuf Widyatmoko Gagal Maju Pilkada Trek Independen

Komisi Pemilihan Biasa (KPU) Banyuwangi menolak berkas pendaftaran bakal pasangan calon perseorangan atau independen Pilkada Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko- Zainuri karena dinilai tak komplit.

Komisioner KPU Banyuwangi Ari Mustofa mengatakan, Pada Minggu 12 Mei 2024 pukul 10.00 WIB, pasangan Yusuf-Zainuri mendatangi kantor KPU untuk menyerahkan berkas persyarata pencalonan perseorangan. Namun setelah slot deposit qris diperiksa terbukti berkas syarat tersebut belum komplit

“Kami tak dapat memberikan informasi acara (BA) penerimaan ataupun informasi acara (BA) pengembalian karena formulir yang menjadi syarat beluam dipenuhi” Kata Ari Mustofa, Senin (13/5/2024).

Adapun peryaratannya, kata Ari di antaranya B penyerahan dukungan dan B rekapitulasi dukungan yang keduanya tak dibawa karena bakal pasangan calon mengaku mengalami kendala di aplikasi silonkada.

“Kami sudah mengerjakan komunikasi kepada regu calon, pun kami sudah merekomendasikan kepada bapaslon supaya adminnya dapat ke kantor untuk diberi sosialisasi,” jelas Ari.

“Untuk pendaftaran, secara jadwal 12 Mei 2024 sampai pukul 23.59 berkasnya tak komplit,” paparnya.

Sehingga KPU menyuarakan, pendaftaran Yusuf Widiatmoko- Zainuri tak dapat diterima. Dan pendaftar calon bupati dan wakil bupati dari trek independent di Banyuwangi nihil.

“Dengan ditolaknya berkas tersebut karenanya tak ada berkas yang masuk dan pendaftar dari calon perseorangan atau independent nihil,” tuturnya.

Yusuf Widyatmoko yang adalah mantan wakil bupati Banyuwangi 2010-2020 mengaku kecewa dengan peraturan yang diterapkan KPU dan menyayangkan dengan aplikasi silon yang justru menghambat keterlibatannya maju di pilkada Banyuwangi 2024.

Dukungan Mencukupi
“Maksud kami menyerahkan data secara jasmani, tapi tak dapat karena ada peraturan yang mesti melalui silon,” Kata Yusuf Widiatmoko.

Disitulah, lanjut Yusuf, yang menjadi kendala karena memasukkan data dukungan ke silon mesti dengan surel.

“Tanpa surel tak dapat masuk. Kaprah-kira masyarakat sekiranya mesti dengan surel apa dapat,” ujar Yusuf.