• July 13, 2024

Data Terbaru Jemaah Haji Indonesia 2024 Meninggal di Tanah Suci

Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci kembali bertambah. Hingga hari ke-23 operasional haji 1445 H atau Senin, 3 Juni 2024, jumlah jemaah haji yang wafat menjadi 38 orang.

Angka ini menurut data Sistem Isu dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) yang dikutip pada Selasa (4/6/2024) pukul 21.30 WIB.

Adapun 38 jemaah haji Indonesia hal yang demikian meninggal dunia ketika berada di tiga kota Arab Saudi, yaitu Madinah, Jeddah, dan Makkah.

Kasus kematian ini masih didominasi jemaah haji lanjut umur (lansia). Seluruh jemaah haji yang meninggal juga termasuk dalam klasifikasi kesehatan risiko tinggi (risti).

Seandainya dibandingi slot depo 10k dengan penyelenggaraan haji pada 2023, jumlah kasus kematian jemaah Indonesia di Arab Saudi pada tahun ini relatif menurun. Tahun lalu, angka kematian jemaah sampai hari ke-23 operasional haji berjumlah 69 orang.

Upaya Pemerintah
Pemerintah Indonesia via Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya menekan jumlah jemaah yang meninggal di Tanah Suci pada ketika mengerjakan rangkaian ibadah haji.

Pemerintah pun mengharuskan para calon haji melengkapi diri dengan surat keterangan sehat sebelum pelunasan biaya haji dikerjakan.

Karena menurut evaluasi tahun lalu, sempurna jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci mencapai 773 orang. Jumlah hal yang demikian menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia memberangkatkan jemaah haji.

Adapun elemen utama kasus kematian ini yaitu, tingginya presentase jemaah haji asal Indonesia yang yaitu lansia, ditambah cuaca di Tanah Suci yang juga terik.

“Tahun ini kita evaluasi dengan DPR RI, kemudian pemerintah mengerjakan langkah-langkah agar jamaah yang meninggal dapat berkurang. Salah satunya dengan mensyaratkan isthithoah atau surat keterangan kesehatan sebelum pelunasan,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Minggu (12/5/2024).

RI Siapkan Fasilitas Kesehatan Haji di Arab Saudi

Sementara itu, Pemerintah RI via Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Kemenkes RI menyebut bahwa tim kesehatan telah disebar di 16 sektor, yaitu 11 di Makkah dan 5 di Madinah. Setiap sektor memiliki daya kesehatan, termasuk dokter, perawat, dan daya promosi kesehatan.

Kepala Sentra Kesehatan Haji Kemenkes RI, Liliek Marhaendro Susilo menjelaskan bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan di Arab Saudi menyediakan pos kesehatan di airport, sektor, dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah. Sempurna daya kesehatan berjumlah 287 orang.

Untuk mempermudah akses layanan kesehatan, Puskes Haji Kemenkes mendirikan pos kesehatan satelit di setiap hotel di Makkah. Hotel-hotel besar yang diterapkan Indonesia selama musim haji menyediakan fasilitas ini.

Dijelaskannya bahwa setiap klinik kesehatan satelit dikelola oleh tim kesehatan yang terdiri dari 10 dokter dan 20 perawat.