• May 23, 2024

Fakta Menarik Gunung Duasaudara di Sulawesi Utara yang Bersebelahan dengan Gunung Tangkoko

Gunung Duasaudara yaitu gunung berlokasi di desa atau kelurahan Kodoodan, Kecamatan Madidir, Kabupaten atau kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.

Sesungguhnya ada tiga puncak gunung utama yang memberi nama pada wilayah Taman Nasional Tangkoko-Batuangus-Duasaudara. Cagar alam ini memiliki luas sekitar 6.745 hektare.

Cagar Alam Gunung Duasaudara berbatasan segera dengan Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus. Datarannya landai dan ada pula yang bergunung. Ekosistemnya ada sebagian jenis yaitu hutan hujan tropika, hutan pegunungan dan hutan lumut.
Meski memiliki bentuk yang mengesankan, Gunung Duasaudara jarang didaki. Rute pendakian bisa dikerjakan dari sisi kota Bitung.

Masih banyak hal mengenai Gunung Dua slot77 Saudara kecuali letaknya. Berikut enam fakta menarik Gunung Duasaudara yang dirangkum Liputan6.com pada Pekan, 12 Mei 2024.

  1. Bersebelahan dengan Gunung Tangkoko
    Tangkoko yaitu gunung berapi paling timur laut di Pulau Sulawesi Utara dan berlokasi sekitar 3 km timur laut Dua Saudara. Tangkoko memiliki kawah besar dan dalam yang ketika ini dihuni oleh banyak spesies hewan dan tumbuhan langka. Pada tahun 1801, kawah hal yang demikian berbentuk kerucut yang dikelilingi air danau.

Ketika ini, kubah lava baru dengan puncak datar muncul. Daerah ini diberi nama Batuangus yang secara harafiah berarti \\’batuan yang terbakar\\’ dan yaitu sumber kegiatan gunung berapi yang terakhir aktif pada 1880. Cagar alam ini dihasilkan pada 1942 ketika masa kolonial Belanda.

  1. Asal-masukan Nama Gunung Duasaudara

Penamaan Gunung Duasaudara berasal dari keberadaan dua puncak gunung kembar yang disebut Gunung Dua Saudara dengan ketinggian 1.361 mdpl. Gunung ini memiliki panorama indah dan eksotis. panorama ini kian indah dan total sekiranya diambil dari wisata pantai selat lembeh.

Temperatur rata-rata di gunung hal yang demikian antara 20-25° Celsius. Pada bulan April sampai bulan November lazimnya terjadi musim kemarau. Meski musim hujan diawali pada bulan Desember dan usai pada bulan Maret.

  1. Habitat Tarsius Langka dan Burung Maleo
    Cagar alamnya sendiri yaitu salah satu hutan hujan terindah di Indonesia dan yaitu daerah terbaik untuk melihat tarsius langka. Banyak turis asing berkunjung untuk melihat makhluk itu ketika senja atau fajar, ditambah simpanse hitam, burung enggang, burung maleo dan kuskus.

Jenis flora yang tumbuh di dalamnya antara lai beringin, aras, nantu, kenanga, coro, kayu arang, gopasa, woka, cempaka, dan wasian. Meski jenis fauna yang hidup di dalamnya antara lain simpanse hitam sulawesi, tangkasi, kuskus, maleo, rangkong, biawak, babi hutan, ular, kumkum, nuri sulawesi, elang dan srigunting.

  1. Gunung Non-Aktif

Dua Saudara yaitu Gunung non aktif yang berdiri di sebelah timur gunung klabat. Gunung klabat yang berhadapan segera dengan cagar alam tangkoko batuangus.

Gunung Dua Saudara sebuah gunung tertinggi di sulawesi Utara. Biasanya pengunjung dan wisatawan yang datang ke sini rata-rata pendaki lokal, sebab Gunung Duasaudara tidak sepopuler gunung berapi lainnya.