• June 13, 2024

Jokowi Kunjungi Lokasi Banjir Lahar Dingin di Kabupaten Agam Sumbar

Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ibu Negara Iriana mengunjungi lokasi banjir lahar dingin di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (21/5/2024). Jokowi mengamati langsung keadaan terupdate pasca bencana di Nagari Bukik Batabuah yang menelan 9 korban jiwa.

Menurut pantauan, Jokowi dam Iriana tiba di lokasi pukul 10.22 WIB. Dia langsung mendengar penjelasan dari Kementerian Pekerjaan Biasa dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkaitan penanganan bencana banjir.

Sejumlah alat berat dikerahkan slot 777 login untuk memindahkan batu dan pohon-pohon besar. Sebagian rumah warga juga mengalami kerusakan pengaruh bencana banjir.

Berakhir meninjau lokasi, Jokowi dan sejumlah menteri dan pejabat daerah melaksanakan rapat berkaitan penanganan banjir di Nagari Batabuah. Dia juga mengunjungi posko penanganan bencana dan berbincang dengan pengungsi.

Diketahu, sebanyak 67 orang diucapkan meninggal dunia dalam bencana banjir lahar dingin dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat pada Sabtu (11/5/2024) malam. Kecuali korban meninggal, 20 orang lainnya masih hilang dan dalam pelaksanaan pencarian.

Data tersebut tercatat sampai Kamis (16/5/2024). Dari 67 korban meninggal, 3 korban di RS Sijunjung belum teridentifikasi.

“Untuk warga terdampak ada 989 KK,dan 40 orang mengalami luka-luka,” kata Kepala BNPB, Suharyanto, Jumat (17/5/2024).

Dialog dengan Keluarga Korban

Dia menyebut, pencarian telah berjalan lima hari semenjak kejadian banjir lahar dingin, pihaknya mulai melaksanakan dialog dengan keluarga korban yang masih hilang.

“Korban hilang sebanyak 20 orang ini telah diikhlaskan atau belum oleh keluarga, bila telah, kita bisa hentikan pencarian dan evakuasi tetapi bila minta tetap dicari kita seharusnya masih cari,” ujarnya.

Dia menyebut negara memberikan anggaran pencarian itu batasnya enam hari, setelah itu ditanggung BNPB, sehingga dia minta masyarakat untuk tidak khawatir.

Di samping itu, dia minta pemerintah daerah lebih bijaksana dalam membatasi pendistribusian bantuan permakanan dan keperluan dasar terhadap masyarakat, mengingat pelaksanaan penanganan tanggap darurat sampai masa transisi diperkirakan masih berlangsung beberapa hari ke depan.

“Sembako melimpah, bantu dilihat keperluan yang lain seperti keperluan wanita, si kecil-si kecil, dan alat kebersihan, seharusnya diadakan bila kekurangan seharusnya langsung laporkan ke BNPB,” dia menambahkan.