• May 23, 2024

KPU Rencana Gandakan Pemilih di TPS Pilkada 2024 Jadi 600 Orang

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) mengerjakan evaluasi perhelatan Pemilu 2024 dengan Komisi II DPR RI. Hal ini bertujuan agar Pilkada yang berjalan pada November nanti dapat berjalan lebih baik.

Salah satu agenda yang hendak dievaluasi yakni jumlah pemilih di tiap-tiap Daerah Pemungutan Bunyi (TPS). Dikenal pada Pemilu 2024, total mahjong ways 2 maksimal pemilih tiap-tiap TPS yakni 300 orang. Karenanya agar lebih efisien, KPU berencana menggandakan jumlahnya

“Kini untuk pilkada 2024 akan kita siapkan per TPS paling banyak 600 pemilih dengan mengamati tak menggabungkan desa/kelurahan, mengamati kemudahan pemilih ke TPS, tak memisahkan pemilih dalam satu keluarga pada TPS yang berbeda, dan aspek geografis setempat,” ujar Ketua KPU, Hasyim Asy’ari, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta (15/5/2024).

Hasyim juga beralasan, dengan bertambahnya jumlah pemilih dalam satu TPS karenanya dapat mempermudah data masuk sebab pemilihnya sudah digabung dari dua TPS menjadi satu.

“Angka 600 ini dalam rangka agar mempermudah mendesain jumlah TPS, dengan demikian nanti mempermudah untuk regrouping atau pengumpulan (data) sebab dua TPS menjadi satu TPS,” yakin ia.

Adopsi TPS Khusus
Hasyim menambahkan, pada Pilkada 2024 nanti KPU RI juga akan mengadopsi TPS khusus, dalam rangka menetapkan terpenuhinya hak bunyi masyarakat.

“Dalam rangka menetapkan bahwa warga negara kita pantas dengan wilayah daerah yang menjadi daerah pemilihan dalam pilkada konsisten dapat menggunakan pemilih misalnya pekerja-pekerja di perkebunan, pertambangan yang tak dapat pulang ke TPS di domisili pantas KTP, karenanya disiapkan TPS lokasi khusus,” Hasyim menandasi.