• July 13, 2024

Peringati Bulan Bung Karno Partai PDI Wayangan Gelar Di Sekolah Dengan Pandu Swargo

Memperingati Bulan Bung Karno tahun 2024, DPP PDI Perjuangan (PDIP) menggelar wayangan bersama Dalang Ki Warseno Slank dan Ki Amar Pradopo dengan Lakon Pandu Swargo.

Kegiatan wayang ini di gelar di halaman Masjid At Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/6) malam.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pagelaran wayang malam ini dikisahkan tentang Pandu Suargo. Dimana, Pandu Suargo punya suatu persoalan sebab ketidakadilan para Dewata yang lebih berpihak terhadap istrinya.

“Jadi ada kan Batara Guru ini istrinya kan Badari Durga salah satunya Badari Durga ini bisa menghasilkan watak yang bagus, tapi kadang-kadang juga kurang bagus. Kadang-kadang juga seperti itu timbul suatu spiritnya timbul egonya, ego slot server thailand super gacor membela suaminya, ego membela buah hatinya, itu juga ada di dalam cerita pewayangan tentang kisah ini,” kata Hasto.

Kecuali itu, Hasto juga mengkisahkan, Pandu Dewanata ini menerima perlakuan yang tidak adil.

“Nah disini lalu dibela oleh si kecil-si kecil dari Pandu Dewanata hal yang demikian adalah Ksatria Pandawa itu sehingga cerita ini juga mengajarkan terhadap kita bagaimana kita harus berhormat pada orang tua kita harus hormat pada orang yang mengajar kita, yang membesarkan kita,” ujarnya.

Politisi asal Yogyakarta ini membeberkan, wayang memperkenalkan suatu kisah-kisah kehidupan inspiratif tentang apa yang terjadi dalam kehidupan manusia, yang kemudian disampaikan di dalam cerita yang menarik.

Kecuali itu, dengan melihat wayang bisa memahami apa yang disampaikan oleh Bung Karno dan Ibu Megawati tentang kesabaran revolusioner.

“Namanya Pandawa ini saat keok dalam suatu permainan dia pernah kehilangan istana yang kemudian muncullah suatu kisah bagaimana dia dibuang tapi kebenaran senantiasa akan menang, Satyam Eva Jayate,” jelasnya.

“Wayang ini kita juga belajar tentang keyakinan kita dan kita dididik oleh Bung Karno oleh Ibu Mega, oleh para pendiri bangsa yang lain bahwa kebenaran itulah jalan PDI Perjuangan. Kita bukan mencapai jalan yang lain, jalan kebenaran itu yang kita lakukan malam ini,” sambungnya.

Dihadiri Petinggi PDIP
Dalam aktivitas wayang ini, juga ikut serta dihadiri Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto, Wakil Sekertaris Jenderal PDIP, Utut Adianto sampai member DPR RI dari Fraksi PDIP, Rahmad Handoyo dan Deddy Sitorus.

Tidak hanya pengurus partai, ratusan masyarakat sekitar Sekolah Partai Lenteng Agung ikut serta hadir dalam gelaran wayang hal yang demikian. Mereka seperti itu antusias untuk menyaksikan gelaran wayang hal yang demikian.

Ketua Lazim DPP PDIP Megawati Soekarnoputri juga ikut serta menyaksikan wayangan lewat daring.

Dikenal, Hasto dan Utut menyerahkan wayang terhadap kedua dalang sebagai simbol diawalinya gelaran wayang hal yang demikian. Lagu Padamu Negeri juga didendangkan bersama para pemain wayang.

Sebagai isu, dalam cerita lakon Pandhu Swargo menyebutkan sifat egois hanya membikin orang menjadi lupa terhadap asalnya dan bagaimana metode mendapatkanya lebih-lebih lupa pada saudaranya yang rela mengurbankan jiwa dan raganya demi orang tuanya supaya menerima daerah yang enak (surga).