• March 4, 2024
Beruang Kutub Mati

Pertama Kali di Dunia! Beruang Kutub Mati Akibat Flu Burung

Hidup di daerah terpencil tidak menjamin makhluk hidup terhindar selamanya dari penyakit menular. Untuk pertama kali, tercatat kematian beruang kutub dikarenakan flu burung yang membawa dari daerah di slot server kamboja.

Menurut dokter hewan negara di Alaska, Amerika Serikat, Dr Bob Gerlach kepada Alaska Beacon, dikutip dari The Independent, dipercayai hewan tersebut memakan bangkai burung yang mati tertular flu burung. Mayat beruang kutub ini ditemukan di North Slope Borough Alaska, dekat Utqiagvik, terhadap bulan Oktober 2023 lalu.

“Ini adalah persoalan beruang kutub pertama yang dilaporkan di mana pun,” kata Gerlach.

Dia kemudian melaporkan kematian tersebut ke Organisasi Kesehatan Hewan Dunia. Gerlach mengimbuhkan persoalan ini udah mendapat perhatian di negara-negara Arktik lainnya yang memiliki populasi beruang kutub.

Para pejabat berwenang kemudian menguji sisa-sisa beruang kutub tersebut terhadap tanggal 6 Desember dan mengonfirmasi bahwa hewan tersebut tertular virus terhadap hari yang sama. Berdasarkan data kantor dokter hewan negara anggota Alaska, spesies lain di negara anggota itu juga mati dikarenakan flu burung, juga pindah merah dan beruang cokelat.

Tak Harus Makan Burung yang Tertular

Ribuan persoalan flu burung ditemukan di seluruh Amerika Serikat terhadap unggas peliharaan dan burung liar dua th. lalu. Jenis virus yang mirip yang ditemukan di Amerika Serikat kini menyebar ke seluruh Eropa dan Asia.

Tidak diketahui apakah beruang kutub lainnya juga mati dikarenakan penyakit ini. Dr Gerlach menyatakan kepada surat kabar tersebut bahwa komunitas ilmiah terkait terhadap pakar biologi yang melakukan pengawasan dan barangkali sukar dipantau di lokasi terpencil Arktik.

Beruang kutub umumnya berburu dan memakan anjing laut yang mereka temukan di lautan es. Kendati demikianlah hewan-hewan ini tidak wajib menelan burung yang terinfeksi untuk mampu tertular penyakit. Virus tersebut mampu bertahan di lingkungan, terlebih di lingkungan yang dingin, kata Dr Gerlach.

Menurut World Wildlife Fund, beruang kutub sementara ini tergolong rentan, artinya mereka menghadapi risiko kepunahan yang tinggi. Ada kira-kira 22.000 hingga 31.000 ekor di alam liar. Mereka umumnya ditemukan di Kanada, Alaska, Rusia, dan Norwegia.

Pada bulan November, para peneliti di Inggris menyebut bahwa virus tersebut mampu tandanya keliru satu bencana ekologi terbesar di zaman modern, kalau jadi membuat kematian massal di koloni penguin.