• June 13, 2024

Polri Gagalkan Selundupan 91 Ribu Bibit Bening Lobster di Bogor

Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri menggagalkan praktik penyelundupan benih lobster (BBL) yang jumlahnya menempuh 91 ribu ekor lebih. Pengungkapan kasus ilegal fishing itu yaitu hasil penggerebekan di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Kasubditgakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Donny Charles Go mempersembahkan, pihaknya menggeledah sebuah gudang berukuran 5×5 meter pada Selasa, 14 Mei 2024, usai menerima berita adanya kesibukan ilegal usaha perikanan alias tanpa izin.

“Dalam penggerebekan tersebut kami sukses mengamankan tiga orang tersangka. Di samping tiga orang tersangka, kami juga mengamankan barang bukti berupa BBL sebanyak 19 box styrofoam,” tutur Donny di Ditpolair Baharkam slot Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (17/5/2024).

Secara detail, kata Donny, ada sebanyak 91.246 ekor BBL di Daerah Kejadian Perkara (TKP). Kecuali itu, ada pula benih lobster yang telah dikemas untuk mensupport pengerjaan usaha perikanan itu.

“Kita kenal gudang ini ternyata yaitu packing house, packing house untuk menampung sementara BBL yang diperoleh dari para nelayan,” terang dia.

Para tersangka yang dicokok adalag UD selaku kepala gudang dan koordinator, ERP dan CH selaku press packing benih lobster. Mereka mengemas sedemikian rupa agar BBL bisa bertahan hidup dan didistribusikan ke tempat lainnya.

“Asal barang BBL ini menurut hasil pemeriksaan yang kita lakukan, ini berasal dari Pelabuhan Ratu, ada juga dari sebagian tempat. Ini akan kita dalami. Kemudian untuk diketahui bahwa untuk ke mana barang ini, ini memang perlu waktu sebab saat ini kita kami masih mengamankan tiga tersangka yang perannya masih sebatas di packing house,” ungkapnya.

Cari Pelaku Lain
Donny mempertimbangkan pihaknya masih terus memaksimalkan kasus tersebut demi mencari para pelaku lainnya dan keterlibatan jaringan tertentu dalam perkara tersebut. Sejauh ini, penyidik telah mengantongi identitas tersangka lain.

“Dari 91.246 BBL ini bila kita estimasi harga pasaran benih lobster, ini terdiri dari dua tipe. Kepada pertama itu tipe pasir harga di pasaran itu Rp 200 ribu per ekor. Kemudian ada lobster yang tipe mutiara harganya Rp 250 ribu per ekor. Sehingga bila kita konversikan jumlah ini dengan harganya, karenanya kami tim gabungan dari Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri beserta PSDKP mengamankan kerugian negara sebesar Rp 19 miliar lebih,” terang dia.

para tersangka dikenakan Pasal 92 juncto Pasal 20, Pasal 16 Undang-Undang Perikanan Nomor 45 Tahun 2009, dengan ancaman pidana penjara maksimal 8 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.