• May 23, 2024

SAR Padang: 43 Orang Meninggal Pengaruh Banjir Bandang dan Banjir Lahar Dingin Marapi

Hingga Senin siang, (13/5/2024), pukul 13.00 WIB, total korban meninggal dunia dampak banjir lahar dingin Gunung Marapi ataupun banjir bandang di tiga kawasan di provinsi itu menempuh 43 orang. Hal itu diutarakan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kota Padang, Sumatera Barat.

“Total keseluruhan korban meninggal dunia di beberapa daerah menempuh 43 orang,” kata Kepala SAR Kota Padang, Sumbar, Abdul Malik, dikutip dari Antara.

Rinciannya, 19 orang slot777 korban meninggal dunia dari Kabupaten Agam, 14 di Kabupaten Tanah Datar, delapan di Kabupaten Padang Pariaman dan dua korban asal Kota Padang Panjang. Dari jumlah itu, Basarnas melaporkan korban yang sudah sukses teridentifikasi berjumlah 38 orang.

Dengan penambahan korban jiwa tersebut SAR juga memperbaharui jumlah korban yang belum ditemukan merupakan 15 orang. Rinciannya 12 di Kabupaten Tanah Datar dan tiga orang di Kabupaten Agam.

“Hingga ketika ini regu pencarian masih mencari keberadaan warga yang dilaporkan sirna,” kata Abdul.

Kepala SAR Kota Padang menjelaskan pencarian korban sirna yang diduga terseret arus banjir bandang tersebut dipusatkan pada sektor-sektor yang sudah diatur. Penyisiran korban sirna dilakukan dari Kota Padang Panjang sampai aliran Sungai Batang Anai.

Bantuan Basarnas Berbagai Daerah
Untuk memaksimalkan pencarian korban, Basarnas Kota Padang dibantu Basarnas Pekanbaru. Kemudian isu teranyar, Basarnas Mentawai dan Basarnas Jambi sampai Basarnas sentra juga akan ikut serta membantu pencarian korban yang belum ditemukan.

Pada peluang itu, Abdul mengatakan luasnya areal yang terdampak banjir bandang ataupun banjir lahar dingin Gunung Marapi merupakan salah satu tantangan regu pencarian dan pertolongan di lapangan. Oleh sebab itu, diperlukan banyak peralatan serta sumber kekuatan manusia yang spesialis di bidangnya.