• July 13, 2024
Magerifelis peignei

Spesies Baru Kucing Purba Ditemukan di Spanyol, Tubuh Kecil tapi Mampu Buru Hewan Besar

Spesies kucing purba bersama dengan kekuatan berburu hewan besar yang di awalnya tidak diketahui keberadaannya, baru-baru ini ditemukan di Spanyol.

Sisa makhluk karnivora yang terpelihara baik itu digali di Madrid, Spanyol, menurut sebuah penelitian yang terbit didalam Journal of Vertebrate Paleontology, Selasa (9/1/2024).

Spesies kucing baru selanjutnya diidentifikasi sebagai Magerifelis peignei, yang hidup kurang lebih 15,5 juta th. selanjutnya selama periode Miosen Tengah.

Makhluk ini diberi nama peignei sesuai pakar paleontologi Perancis, Stephane Peigne. Sementara penambahan genus baru, Magerifelis, disita berasal dari Magerit, nama bersejarah untuk Madrid, lokasi penemuannya.

Fosil spesies kucing baru miliki tulang rahang lengkap

Dilaporkan BBC, Sabtu (20/1/2024), para peneliti dari The National Museum of Natural Sciences, Spanyol menyampaikan, Magerifelis peignei juga kelompok kucing kecil yang tergabung didalam subfamili Felinae.

Saat ditemukan, fosil terpelihara terlalu baik, bersama dengan mandibula (tulang rahang) yang perlihatkan semua gigi kalau gigi seri.

Kelengkapannya yang terlalu baik https://www.nighthawkrottweilers.com/ menjadikan fosil ini sebagai sumber Info berharga, terlebih berkenaan bersama dengan asumsi paleoekologi kucing.

Baca juga:

Tips Untuk Selalu Menjaga Tanaman Rumah Agar Tidak Cepat Layu

Tumbuhan Paling Langka

“Kami mendapatkan rahang yang nyaris lengkap dan mempertahankan nyaris semua giginya didalam situasi luar biasa,” menyadari keliru satu peneliti, Gema Siliceo.

Siliceo menambahkan, perihal yang paling mengejutkan, fosil spesies kucing ini miliki gigi geraham ke dua bawah yang kecil, gigi yang tidak tersedia terhadap semua makhluk hidup.

Berkat kondisinya yang terawetkan bersama dengan baik, para peneliti pun sanggup mengakibatkan deskripsi seperti apa rupa kucing purba ini.

Tubuh kecil tetapi sanggup memangsa hewan besar

Dikutip berasal dari laman NDTV, Senin (22/1/2024), Magerifelis peignei diperkirakan miliki massa tubuh 7,61 kilogram.

Ukuran selanjutnya tidak lebih besar berasal dari rata-rata Felis silvestris atau style kucing liar domestik yang banyak ditemukan kala ini.

Namun, menurut peneliti, ukuran tulang rahang Magerifelis peignei jauh lebih besar dibandingkan kucing liar.

Sebaliknya, ukuran mandibulanya justru lebih sama spesies Lynx rufus (lynx atau bobcat), Leptailurus serval (serval), dan Caracal caracal (kucing caracal).

“Hal ini perlihatkan ukuran yang sama bersama dengan Caracal caracal, Leptailurus serval, dan Lynx pardinus,” kata para pakar paleontologi.

Jika tulang rahang Magerifelis peignei ditampilkan terhadap panjang yang sama bersama dengan kucing liar sebagai perbandingan, gigi spesies baru ini kelihatan lebih kecil.

Artinya, spesies ini memang miliki penampilan yang lebih kuat, bersama dengan gigi relatif lebih tinggi yang terlalu sama bersama dengan lynx.

Dilansir berasal dari laman Miami Herald, Kamis (18/1/2024), Magerifelis peignei juga dinilai memiliki otot yang kuat untuk bertahan hidup di alam liar.

Fitur-fitur selanjutnya menunjang kemampuannya untuk menghasilkan gigitan kuat kala berburu, dan memungkinkannya membunuh mangsa yang relatif besar.

Bahkan, menurut peneliti, spesies ini bisa saja ikut memburu anggota genus Micromeryx, keluarga rusa di jaman prasejarah.

Kendati demikian, kemungkinan besar mangsanya yang paling umum adalah vertebrata lebih kecil, juga tikus dan burung.

Saat berburu, peneliti menggambarkan Magerifelis peignei bakal menangkap mangsa dan membawanya pergi ke pepohonan untuk menjauhkan predator lain.

Spesies kucing Magerifelis peignei juga dipercaya berperilaku sama dengan spesies terancam punah berasal dari Eropa barat daya, Iberian lynx, yaitu mencekik mangsa mengfungsikan rahang saat berburu.