• July 13, 2024

Tanpa Tapera, Kim Jong Un Bangun 50 Ribu Rumah Dipungut Warga Korea Utara

Informasi mengenai program iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) di Indonesia baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Maslahnya Tapera dianggap memberatkan para pekerja.

Tapera ialah program di mana karyawan dengan gaji di atas UMR dikenakan potongan sebesar 3 persen dari gaji mereka untuk tabungan perumahan.

Program iuran Tapera bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia memiliki rumah yang sesuai dengan memakai dana yang terkumpul dari iuran tersebut.

Namun, program perumahan bukan hanya menjadi spaceman perhatian di Indonesia. Korea Utara, di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, juga memiliki program serupa, tetapi dengan pendekatan yang berbeda.

Dikutip dari Straits Times, Kamis (6/6/2024), di Korea Utara, pembangunan rumah untuk warga tak membutuhkan potongan iuran dari gaji mereka.

Ditarget Rampung 2025
Rencana ambisius ini ditargetkan selesai pada tahun 2025. Sampai ketika ini, sekitar 10.000 unit rumah cuma-cuma telah selesai dibangun, dengan seremonial pemotongan pita yang dihadiri oleh Kim Jong Un pada 17 April 2024 di distrik Hwasong, Pyongyang.

Proyek ini ialah bagian dari prioritas Partai Pekerja Korea Utara untuk menyediakan hunian vertikal atau apartemen bagi warganya dan mewujudkan Pyongyang sebagai kota yang familiar di dunia.

Kim Jong Un menegaskan bahwa pembangunan ini ialah usaha negara untuk menyediakan fasilitas yang sesuai bagi rakyatnya tanpa membebani mereka dengan tarif tambahan.

Apa Tujuan Tapera?

Kedua program ini memiliki tujuan yang sama, ialah menyediakan perumahan bagi warga, tetapi cara yang diaplikasikan berbeda. Di Indonesia, Tapera mengumpulkan dana dari iuran karyawan, yang kemudian diaplikasikan untuk pembangunan rumah.

Sementara itu, di Korea Utara, pemerintah sepenuhnya membiayai proyek perumahan tersebut tanpa minta kontribusi finansial dari warganya.

Perbandingan ini menyoroti pendekatan yang berbeda dari kedua negara dalam menangani masalah perumahan. Di satu sisi, Tapera di Indonesia memanfaatkan kontribusi warga untuk mencapai tujuan bersama, sementara di sisi lain, Korea Utara mengandalkan sumber daya negara untuk menyediakan rumah cuma-cuma bagi rakyatnya.

Walaupun cara dan sumber pendanaan berbeda, kedua program ini memperlihatkan janji masing-masing pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warganya melewati penyediaan perumahan yang sesuai.