• July 13, 2024

Telah Diaplikasikan 156 Tempat, BSKDN Kemendagri Akan Perluas Jangkauan Pemanfaatan Puja Indah

Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus bermufakat menunjang penemuan kreatif dan efisiensi dalam pelayanan publik lewat perluasan jangkauan pemanfaatan Pusat Jejaring Temuan Tempat (Puja Indah).

Puja Indah dirancang untuk memecahkan keterbatasan tempat dalam mengadopsi teknologi isu dalam pelayanan publik.

\\”Sampai dengan saat ini, terdapat 156 tempat yang sudah menandatangani pernyataan janji memanfaatkan aplikasi Puja Indah. Kami harap kedepan jangkauan pemanfaatan Puja Indah kian luas,\\” ungkap Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo, pada Selasa, 28 Mei 2024.

Melalui Puja Indah, Yusharto mengajak tempat untuk mereplikasi penemuan kreatif yang sudah ada dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tempat masing-masing. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan ekosistem penemuan kreatif di tempat sekalian menyempurnakan pemakaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Replikasi ini adalah salah satu bentuk pengakuan atas baiknya suatu penemuan kreatif karena bisa digunakan dan menerima pengakuan dari lembaga lain untuk bisa ditempatkan di lokus yang berbeda,\\” ungkapnya

Perencana Spesialis Muda Kementerian PPN/Bappenas Amos Prima Gracianto membeberkan sejumlah strategi percepatan pembangunan https://bars-clothing.com/ berbasis penemuan kreatif komputerisasi, salah satu yang digarisbawahi adalah mengerjakan monitoring dan evaluasi secara terencana kepada implementasi SPBE sehingga manfaatnya bisa berkelanjutan.

\\”Bila tak ada pemantauan penemuan kreatif karenanya pencapaian-pencapaian keberlanjutan penemuan kreatif akan benar-benar sulit,\\” terangnya.

Analis Kebijakan Pertama Pembantu Deputi Perumusan Kebijakan dan Koordinasi Penggunaan SPBE, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Kaleb Sihombing menekankan bahwa pemakaian SPBE tak seharusnya menambah aplikasi. Pemahaman mengenai satu penemuan kreatif, satu aplikasi benar-benar perlu dihindari.

\\”Pantas arahan Bapak Presiden sudah seharusnya dihentikan aplikasi yang berorientasi pada proyek, sehingga (fungsinya) aplikasinya tak akan tumpang tindih,\\” jelasnya.

Evaluasi Terstruktur Ekosistem Temuan

Di lain pihak, Kepala Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri Badan Riset dan Temuan Nasional (BRIN) Mardyanto Wahyu Tryatmoko mengatakan capaian indeks penemuan kreatif tempat (IID) seharusnya sejalan dengan keberhasilan pemakaian SPBE di tempat.

Dia menganjurkan agar tempat mengerjakan evaluasi terencana kepada ekosistem penemuan kreatif dan pemakaian SPBE di kawasan masing-masing.

\\”Jarang terjadi kita benar-benar happy dengan pencapaian indeks penemuan kreatif tempat namun kita lupa bahwa yang penting di dalam pemakaian aplikasi komputerisasi di tempat perlu ada integrasi. Ini yang nantinya tak cuma meningkatkan IID, namun juga indeks SPBE,\\” pungkasnya.